Tuesday, 29 June 2010

Continue ,,

Good Morn-Night ,,

Saya mau minta maaf kepada pihak-pihak yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah yang saya hadapi kemarin atau saat ini, tapi secara tidak langsung mungkin merasakan impactnya. So sorry from my deepest heart guys. Saya pun tidak pernah menyangka kalo endingnya seperti ini. Sungguh! Saya sudah mencoba menahan & bertahan. Tapi saya sudah tidak bisa. Begitu banyak hal yang membuat saya kecewa. Karena ternyata persahabatan kita berdua selama ini BULLSHIT. Kita berdua emang tertawa bersama, tapi tidak untuk duka ketika saya sedang mengalaminya. Anda tidak ada untuk saya, never be there for me. NEVER. Is that a friendship? I don't think so. Mungkin lebih layak friendHELL. Daripada kita berpura-pura saling tertawa dan tersenyum, lebih baik kita menjauhkan diri masing-masing. Mungkin kalian bertanya apa penyebab dari semua ini? Hal apa yang akhirnya membuat saya memutuskan tali persahabatan? Ya kan? Banyak saudara-saudara.

Dan saya malas membahas satu-persatu akar masalahnya. Tapi satu kata yang sampai sekarang saya ingat keluar dari mulut anda. BUSUK!
What did you mean? Saya busuk? Oh trimakasih banyak. Saya terharu & cukup tahu bahwa sekarang anda sudah GAHOLL. Tapi apa anda lupa apa yang membuat saya terlihat seperti orang busuk dihadapan anda? Jawabannya adalah ANDA SENDIRI. Anda yang membuat kebusukan itu, anda yang men-setting cerita. Sudah saya katakan sejak awal, saya cukup menjadi penonton. Tapi apa yang anda lakukan? Anda memaksa saya untuk masuk memainkan peran yang sudah anda setting. Menyuruh saya untuk tutup mulut & menyembunyikan semua kebusukan yang sudah anda lakukan. Hahaha trima kasih yaa sayaaangg,, you're very smart. Smarter than me deh pokonya. Poor me!
Tapi sayang, ternyata dipertengahan setting-an anda kacau di luar dugaan anda, kn? Tapi memang harus saya akui. Eits! Bukan cuma saya, tapi orang sekitar saya yang selama ini mengadu pun mengatakan hal ini. Anda LICIK!

Anda tahu kelemahan saya. Mencoba melemahkan diri, menangis, & mengancam ini itu. Memberikan pilihan yang teramat sangat sulit. Taruhannya adalah OUR FRIENDSHIP. Aaahh bodoh! Kenapa saya harus mendengarkan ucapan konyol anda, bukan orang-orang sekitar yang sudah tahu siapa anda. This friendship actually masih baik-baik saja. Hanya saya & anda saja laaah yang sedang bermasalah. TAPI entah mengapa saya menuruti anda lhoo.. Saya mau semuanya bertahan & baik-baik saja. Saya pikir mungkin keputusan saya ini akan membuka mata anda. Untuk berpikir dulu sebelum bertindak sesuatu. Tapi NYATANYA,, keputusan yang saya ambil adalah BIG WRONG! You're still selfish. Egois. Dan cukup untuk saya berpura-pura sabar. Saya mungkin tidak pandai menangis didepan umum seperti anda supaya dikasihani. Saya tahu background anda, karena itulah saya terus mengalah. Karena saya selalu berpikir bahwa saya lebih beruntung dari anda, jadi saya harus membuat anda bahagia tanpa harus kekurangan perhatian sedikit pun. Tapi sepertinya anda tidak peduli tuh. Cerita ini itu, tapi maaf sayang mereka tidak sebodoh yang anda kira. Mereka punya mata. Mereka melihat sendiri apa yang anda lakukan selama ini. Tanpa harus mendengar kisah sedih anda.


Ya sudahlaah,,
cukup sampai disini saja, terlalu banyak kekecewaan yang saya rasakan. Cukup sampai saya saja yang anda sakiti. Saya juga punya hati. Saya juga ingin bahagia. Menikmati kebahagiaan saya sepuas-puasnya tanpa harus memikirkan perasaan orang yang tidak menghargai saya. THAT'S ALL ENOUGH!

Once again i say, so sorry for all of you guys!
You never know what i feel.
You never know how this heart feel SO HURT! SUCK!

Jadi mohon pengertiannya,,
☺

No comments:

Post a Comment