Monday, 22 August 2011

Jangan kau pikir aku tidak tahu..

Kita punya cerita. Jangan kau pikir mereka tidak tahu apa-apa. Mereka hanya bukam, malas untuk mengumbar. Dan bukan berarti mereka tidak peduli dengan perasaanku. Mereka sangat peduli, bahkan terlalu peduli. Pergi dari kisah hidupmu itulah cara terbaik yang harus kupilih, karena aku tahu akan ada tangis amarah seseorang atas cerita kita ini. Dan aku sudah bisa membayangkan bagaimana rasanya itu. Kecewa, marah, dan sakit. Permohonan maaf yang kau ucapkan di beberapa kesempatan yang aku beri, tak pernah beralasan. Selalu kutanyakan hal yang sama, tapi selalu dan tak pernah kudapatkan jawabannya. Sepertinya jawaban itu memang tidak akan pernah terucap dari bibirmu yang terbiasa berucap kata-kata indah dan manis. Dan lagi-lagi kukatakan.. Jangan kau pikir aku tidak tahu.. bahwa ada cerita lain yang sudah kau buat, sedikit banyak sudah kubaca. Aku tahu, kau tidak tahu. Tidak tahu bahwa aku sudah membacanya. Kubaca ceritamu dengan senyuman simpul. Dan aku malas membacanya sampai akhir, karena aku akan meninggalkan lembaran ceritamu itu di perpustakan "Pemain". Walaupun hingga detik ini, untuk kesekian kalinya aku masih bertanya, "Kesalahan apa yang telah kau lakukan?".

No comments:

Post a Comment