Malam ini mood rusak karena sesuatu yang seharusnya sudah berakhir dari kemarin. Rasanya ingin mengeluarkan segala emosi yang ada di hati dan kepala ini. Gondok. Iya, saya gondok. Gondok banget. Berkali-kali kecewa. Berkali-kali mengingatkan. Berkali-kali menerima ucapan permintaan maaf. Berkali-kali pula memaafkan. Namun, lagi-lagi terulang. Setelah semuanya terjadi dan berefek diluar dugaan. Cukupkah kata maaf itu mengubah semua ini? Saya pikir tidak. Kemana aja selama ini? Saya menyelesaikannya sendiri. You know sendiri? ALONE. Ketika semuanya memberontak dan menunjuk saya untuk disalahkan. Anda kemana? Sibuk dengan dunianya disana. Saya juga punya dunia yang seperti Anda disana. Sayangnya, demi "hal" ini saya mengorbankan itu. Ada tekanan batin yang saya dapatkan karena saya harus mengorbankan salah satunya. Tidak, bukan hanya satu tapi ada beberapa. Ketika Anda beralasan demi keluarga, teman, sahabat, dan preketek lainnya. Saya justru meninggalkan itu semua. Saya korbankan. Alasan Anda sungguh selalu membuat saya menarik nafas panjang kemudian tertawa penuh menahan rasa marah. Kasarnya...
Anda pikir saya tidak punya keluarga?
Anda pikir saya tidak punya sahabat?
Anda pikir saya tidak kuliah?
Anda pikir saya tidak punya tugas?
Anda pikir saya bisa tidur 8 jam dalam sehari?
Anda pikir saya bisa makan teratur?
Anda pikir saya tidak ada agenda di tempat lain?
Semua alasan yang Anda berikan itu bisa saya patahkan seketika, karena saya juga mempunyai itu semua. Saya tidak butuh teori. Kalimat indah dan baik yang menyejukkan lagi dalam hal ini. Sendiri. Remember of that, huh?! That's getting tired of me. Your problem is my problem, but why my problem is not your problem?? WHY?
Saya MARAH sekarang. Maaf.
No comments:
Post a Comment