Sunday, 5 August 2012

Twitter

Twitter merupakan salah satu media jejaring sosial yang saat ini  sedang diminati oleh orang-orang didunia ini. Banyak orang yang berlari dari facebook ke twitter dengan alasan karena di facebook semakin banyak orang-orang ngga jelas. Maksudnya? Anda pasti merasakan. Walaupun ngga bisa dipungkiri kita masih membutuhkan facebook untuk mencari informasi, seperti yang saya lakukan. Komunikasi saya tersambung lagi dengan keluarga saya yang nun jauh di seberang sana. Facebook masih berguna kok, hanya saja jika si pengguna memanfaatkannya dengan baik. Bukan hanya untuk memamerkan status. Btw, bahas tentang status kita back to twitter. Sebagaimana hal yang kita semua ketahui bahwa saat ini peminat twitter sudah semakin banyak. Bahkan sekarang orang-orang yang ngga jelas di twitter juga udah ikut terbang ke kicauan dengan 140 karakter itu. Fortunately, di twitter kita mempunyai hak untuk memfollow orang yang diinginka. So i deserve to follow or unfollow anyone.
Menurut saya kehidupan status-status di twitter-land lebih keras daripada facebook. Dijadikan wadah untuk meluapkan emosi hati dan pikiran, baik itu senang, bahagia, kesal, marah, bahkan saling sindir pun bisa kita tonton di socmed. Tidak hanya itu saja, beberapa orang menjadikan twitter sebagai ladang bisnis atau event untuk mempromosikan acara dan produk dagangannya. Informasi di twitter cepat kali tersebar, apalagi di Indonesia. Orang-orang di bangsa ini paling gampang menyebarkan dan dipengaruhi oleh issue. Entah harus sedih atau senang. Yang jelas sampai detik saya masih bangga dengan bangsa saya sendiri meski terlalu banyak masalah yang dihadapi.
Harus diakui bahwa twitter memang mempunya pengaruh besar untuk orang-orang didunia ini. Bayangin si Afika Oreo yang baru berapa tahun aja udah ngerti twitteran. Ngga selamanya twitter mempunyai pengaruh baik. Twitter didominasi oleh pengaruh yang menurut saya kurang baik. Cuma di twitter-lang orang berani marah-marah, jingkrak-jingkrakan. guling-gulingan, saling kecup, sindir menyindir. Itu semua bisa dilakukan di twitter walau hanya sebatas barisan huruf yang terbatas oleh 140 karakter. Tapi, jangan yakin dulu kalau para pengguna account yang ekspresif di twitter itu di kehidupan nyatanya sama seperti itu. Menurut para pengamat yang sudah mengamati, kurang lebih 80% mereka hanya berani mengekspresikan diri di dunia maya. Dunia nyata? Diam! Mungkin mereka sedang mencoba berlatih mengekspresikan diri dan itu dimulai dari dunia maya dulu. Hanya saja lucu melihatnya. Saat ini sedang terkenal istilah stalker. Kata ini diambil dari bahasa inggris, dimana apabila diartikan ke bahasa indonesia memiliki arti penguntit. You know pengutit kan? Hal-hal yang dilakukan penguntit adalah mencari tahu informasi tentang seseorang secara diam-diam. Nah, twitter dijadikan ladang para stalker untuk mencari tahu segala macam informasi itu. Karena biasanya usser twitter menumpahkan segala macam ekspresinya disana. Saya juga melakukan hal seperti itu. Ketika sedang berbahagia, marah, kesal, jatuh cinta, etc. Pasti saya kicauakan. Tapi itu dulu, sewaktu twitter masih asik dan seru. Keseruan itu saya rasakan ketika saya masih duduk di bangku SMA. Rasanya sedetik saja meninggalkan twitter, saya akan tertinggal jauh dari segala macam keseruan yang teman-teman saya lakukan. Saya bisa tertawa terbaha-bahak karena ulah kicauan teman-teman saya. Saya merindukan twitter yang seperti itu. Unfortunetly, semakin banyak orang yang saya follow twitter semakin ngga asik. Karena semakin kesini orang-orang yang saya follow itu orang-orang yang saya kenal. Memang, seperti yang pernah saya katakan diatas sebelumnya bahwa saya memiliki hak penuh untuk memfollow atau meng-unfollow orang yang saya mau. Saya lakukan itu. But still looks different. Saya yakin bukan hanya saya yang memfollow orang secara terpaksa karena ngga enak hati. Dilematis memang.
Saya pernah disindir secara langsung didunia nyata. Saya tahu bahwa sebelumnya dia pernah memfollow saya, sampai pada akhirnya suatu hari dia meng-unfollow saya. Kemudian dia mengutarakannya didepan umum bahwa dia meng-unfollow saya karena saya tidak mem-folback (follow back) dia. Mendengarnya curcol seperi itu didepan umum membuat saya dan orang-orang disana tertawa. Bagaimana tidak? Itu sama saja dia menampar dirinya sendiri. Poor you! Orang lain pun pasti akan memikirkan hal yang sama. That's my right, dude! Sampai saat ini pun saya tidak memfollow orang itu. Saya membuat account untuk menghibur saya dikala suntuk. Jika ada orang yang akan mengganggu bacaan saya di timeline, better unfollow kan ;)
How bout my twitter's life? Soooo boring. Good mornight :*

No comments:

Post a Comment