Aku turunan Arab?
Entah udah berapa kali aku dibilang orang arab. Mencoba berkaca di cermin, memandang tiap sisi wajah dan mencari tahu dimana letak ke-arab-an itu. Hidungku macung katanya. Untuk bagian yang satu ini aku memang tidak mau mengelak, karena aku sendri sedikit membanggakan dan bersyukur punya hidung "bangir", panggilan om kepada hidungku. Karena setiap kali aku make-up untuk suatu acara besar, pasti si perias berkomentar "Bagian hidungnya ngga perlu dikasih bayangan tebel, ckup dipoles sedikit aja bayangannya, soalnya udah bagus." Aku hanya tersenyum simpul setiap kali dikomentari seperti itu, Alhamdulillah salah satu keindahan yang Allah berikan untukku. Mungkin salah satunya karena hidung kenapa aku bisa diigolongkan orang Arab. Sebelum mau kembali ke Yogya, aku sempat mampir ke rumah eyang untuk berpamitan sekaligus ngobrol-ngobrol sebentar. Di sela-sela obrolan, eyang bilang "Kamu arab banget ya." Laaah si eyang tiba-tiba ngomong begitu. Penasaran, aku mencari tahu lagi apa mungkin keturunan eyang atau puang ada yang Arab? Tanya papa, dominan ngga arab-arab banget. Cuma kata my wonderwoman (mama) katanya puang papih alias orangtu laki-laki mama, ada turunan arab. Bersyukur aja sama wajah sendiri, mau dibilang turunan Arab atau apapun. Saya tetap lahir di Indonesia, tanah air tercinta, merah darahku, putih tulangku. Yang jelas dan udah pasti saya turunan GISBON - Bugis Cirebon. Mamah, bugis. Papa, cirebon. Tapi aku lahir di Tangerang. Nah loh? :D
No comments:
Post a Comment