SURAT DARI IBU, UNTUK SANG MENANTU LAKI-LAKI
Asslamau’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Wahai menantuku,
Aku hanyalah seorang ibu yang ingin berbicara atas nama diriku sendiri dengan melihat putriku sebagai istrimu, dan engkau sebagai menantuku. Bila engkau membaca pesan ini, semoga engkau melihat pula bayang wajah ibumu yang telah mengandung dan melahirkanmu, berdiri bersamaku tepat dihadapanmu.
Wahai menantuku,
Engakau imam dunia akhirat untuk putriku. Bukankah engkau juga akan membawanya hingga ke baka dan memberiny satu tiket ke Surga?
Wahai menantuku,
Bila ada kelemahan dari istrimu dan seribu lagi keburukan yang dilakukannya akibat kelemahan dan juga kekurangan darinya, itu menjadi tugasmu untuk mendidiknya sekarang dan bukan lagi tugasku. Diajarkan kepadamu oleh Nabi Shollallohu ‘alaihi wassalam bahwa seorang suami tak boleh membiarkan mata istrinya basah walau hanya serupa tetesan embun dini hari. Bukankah engkau sebagai suaminya yang harus melindunginya dengan rasa aman? Maka berikanlah keteduhan bagi jiwanya. Enngkau suami yang diplih Alloh untuk putriku, bersabarlah terhadap istrimu dan tetaplah bersikap lemah lembut padanya. Bukanlah engkau menikahinya atas nama Alloh Subhanallohu wa ta’ala? Maka sayangi dan peliharalah istrimu dengan jalan Alloh.
Wahai menantuku,
Maka selamatkanlah istrimu dari dosa yang lebih besar. Bukankah nantipun engkau aka ditanya tentang tanggung jawab bagaimana kau mengurus mereka dan menjaga jalan Surga untuk bisa dilalui oleh yang harus kau bawa serta? Dan pertanyaan itu akan ditujukan padamu, bukan padaku.
Wahai menantuku,
Engkau diijinkan menghukum istrimu sewajarnya namun janganlah mengenai wajahnya dan jangan pula menyentuh tubuhnya hingga meninggalkan jejak luka. Janganlah menghardiknya dengan kasar dan umpatan yang merendahkan seolah engkau turut menistakan dirimu sendiri sebab ia itu pakaianmu.
Wahai menantuku,
Aku titipkan putriku padamu buatlah dia tersenyum menuju Surga atas tiket darimu.
(Ustadz Ahmad Ferry Nasution)
No comments:
Post a Comment