Thursday, 16 May 2013

Saya akui bahwa saya sedang ...

Saat ini saya dilanda keuring-uringan atau mungkin pakai kata-kata anak gaul jaman sekarang yaitu galau. Semua karena memang saya sedang mengalami ke-ngga-karu-karuan baik pikiran maupun hati. Sepertinya Tuhan masih menguji saya mengenai ketegasan saya dalam menerima resiko karena sudah mengambil suatu keputusan. Baiklah, kuatkan saya Ya Rabb.
Dan perasaan ini semakin ngga karuan akibat membaca salah satu tweet dari Falla Adinda... "Pertahankan dia, orang yang ketika kamu bersamanya perlahan satu persatu mimpimu mejadi nyata,". Deng! Siapa-siapa orangnya dalam hidupnya saya? Pkir-pikir dan terus berpikir semakin dalam dan semakin dalam sampai kepala saya mumet sendiri. Dulu saya ngga pernah se-uring-uringan ini, perlu kalian ketahui. Waktu, usia, dan lingkungan sepertinya yang membawa saya untuk semakin memikirkan dan bertanya-tanya siapa jodoh saya. Kenapa saya bisa sampai seperti ini juga karena memang saya meng-amini kalimat tersebut. Saling mendengarkan harapan dan mimpi, kemudian saling mengisi untuk mewujudkannya. Ditambah lagi saya membaca isi blognya dan cerita-ceritanya membuat saya percaya bahwa Sang Pencipta memang adil dalam mebuat skenario hidup masing-masing makhlukya. Ternyata ngga cuma saya yang harus melewati masa ngga-karu-karuan seperti ini. Dulu, si Falla juga melewati masa super duper yang bikin dada nyesek dan akhirnya Sang Sutradara mempertemukannya dengan seseorang yang bisa dibilang dia tidak sempurna, tap dia berusaha untuk mengisi hari-hari kekasihnya. Tuhan, segera kirimkan seseorang itu kepada saya. Kemudian berikan radar kepada saya untuk tidak melepaskannya. Karena sepertinya saya sudah mulai lelah menerima orang baru yang silih berganti masuk kedalam kehidupan ruang istimewa saya. Silih berganti. Iya, saya akui itu. Saya tidak perlu mencantumkan siapa saja yang sudah pernah hadir mengisi ruang hati saya. Jangan berpikiran berlebihan, karena saya tidak se-mudah itu. Yang mengetuk pintu hati saya juga bisa dibilang masih sopan dan tidak sembarangan numpang permisi untuk bersinggah.
Tapi saya sudah mulai lelah. Jangan hanya sekedar. Saya sudah mulai butuh seseorang duduk disamping saya, mendengarkan musik yang sama sembari melihat pemandangan cahaya malam lampu kota, kemudian saling menceritakan mimpinya masing-masing, setelah itu bersama-sama untuk mewujudkan semua mimpi tersebut. Ah indah sekali! Semoga itu bukan hanya sekedar wacana, konsep, harapan, dan mimpi saya disini. Semoga setelah ini, entah kapan waktu itu akan datang. Saya akan menceritakan hal indah saya bersama seseorang yang membuat saya mantap bahwa kamu lah yang akhirnya saya pilih untuk mendengarkan cerita, mimpi dan harapan saya. Saya akan jaga hati dan pikiran saya untuk satu orang, setelah keluarga (tentunya). Rasanya tidak sabar menunggu moment tersebut, moment dimana Tuhan memperkenalkan saya dengan pasangan tulang rusuk saya. Tapi saya tetap tidak ingin melewati tangan-Nya. Saya hanya bisa berdoa, bahwa siapapun orangnya, dialah yang terbaik dari yang terbaik.
Tapi pernah ngga sih terpikirkan bahwa jodohmu itu sebenarnya ada disekitarmu. Kayanya pasti sering lah ya sekelibat kepikiran seperti itu, cuma biasanya manusia itu kalau dikasih kode sedikit aja suka ngga percayaan. Saya termasuk kedalam golongan orang-orang seperti itu. Masih punya keyakinan bahwa jodohnya ada di suatu tempat yang masih Allah sembunyikan dan rahasiakan dari saya. Jodoh itu memang ngga ada yang tahu. Berkaca pada percintaan tante saya, siapa yang menyangka kalau ternyata jodohnya om saya yang tambun itu. Ngga ada yang pernah menyangka. Cuma suka lucu sekaligus senang lihat rumah tangga barunya si tante. Om tambun yang terkadang masih kaya anak kecil kalau lagi pengen dimanjain, tapi bisa jadi sosok tegas ketika mengambil suatu keputusan. Pastinya dia berusaha untuk bikin tante ketawa, senyum, sampe cecengiran dengan cara wujudin mimpinya itu. Oh life is sweet!.
Selamat malam pagi!

No comments:

Post a Comment